Beranda > Matakuliah > Filter Gambar secara Numerik

Filter Gambar secara Numerik

Pada kesempatan kali ini saya ingin memberi pengetahuan yang saya dapatkan dari tugas mata kuliah PENGOLAHAN CITRA yaitu tentang Arithmatic mean filter. Aritmatic mean filter yaitu menghitung nilai rerata dari citra yang tercampur derau g(x,y) dalam area Sxy. Pada dasarnya filter ini akan mengubah nilai intensitas dari citra awal sehingga citra akhir (hasil) dihitung menggunakan rumus:
Pada citra asli di samping terdapat dua komponen warna yakni hitam dan putih. Nilai citra tersebut bisa saja berupa nilai hexa, namun karena citranya hanya terdiri dua saja maka dapat di wakilkan dengan menggunakan angka biner. Karena kedua komponen warna citra tersebut biasa di representasikan sebagai warna yang saling bertolak belakang. Perlu diingat, dalam penyelesaian ini kasus berikut tiap pixel diwakili oleh koordinat.
Asumsi:

  • Warna Putih = 1 (0xffffff)
  • Warna Hitam = 0 (0x000000)
Dengan asumsi tersebut maka nilai pada citra hasil filter dapat dihitung. Proses pemfilteran menggunakan cara ini mengharuskan tiap pixel mengalami proses pemfilteran sehingga dapat diperkirakan bahwa akan terbentuk citra baru dengan gradasi warna. Gradasi ini merupakan konskuensi dari filter ini. Dengan kata lain merupakan blur yang menghilangkan batas tajam antara hitam dan putih.
Dalam perhitungan akan di cuplik salah satu kotak putih yang tentu saja uniform dengan kotak putih lain nya sehingga hasil perhitungan dapat digunakan juga untuk kotak yang lain. Cuplikan citra asli yang telah diwakili dengan nilai intensitas:
3 x 3 arithmatic filter
Perhitungan intensitas dilakukan pada tiap koordinat pixel. Jendela filter berukuran 3×3 yang akan digerakkan untuk tiap pixel. Sehingga titik tengah jendela filter merupakan koordinat pixel baru yang dicari. Nilai m = 3 dan n = 3.
Jendela filter yang digunakan adalah:
Untuk penyederhanaan perhitungan, maka intensitas citra asli dan hasil filter ditampilkan dalam bentuk tabel (sebagian koordinat):
Perhitungan di bawah hanya beberapa koordinat saja untuk menunjukkan dalam menggunakan rumus.

  • Intensitas pada koordinat (17,17) dan (23,17):

  • Intensitas pada koordinat (18-22,17) , (18-22,226) dan (17,18-225) , (23,18-225):

  • Intensitas pada koordinat (18,18):

Berdasarkan tabel citra hasil filter dapat disimpulkan bahwa:

  1. Batas antara hitam dan putih berubah menjadi komponen warna abu-abu atau kejadian ini disebut sebagai blur.
  2. Sudut pada kotak hasil filter masih berupa siku yang blur.
  3. Area putih pada citra hasil menjadi sempit.

Sehingga ukuran kotak berwarna putih yang baru adalah:

  • Lebar = (7-2) pixels = 5 pixels
  • Tinggi = (210-2) pixels = 208 pixels

Dan hasil ini berlaku untuk semua kotak berwarna putih yang lain. Dengan demikian citra yang dihasilkan kurang lebih berbentuk seperti gambar di bawah ini:

Nah, salah satu tugas di atas merupakan Perhitungan filter dengan menggunakan 3×3 namun sebetulnya filter dengan metode seperti ini bisa juga 7×7 atau 9×9 dst. nah untuk kali ini saya hanya membahas itu dan sekaligus mengumpulkan tugas dengan cara mempostingkan jawabannya hehe..nah postingan selanutnya saya akan membahas tentang PENGGUNAAN CORRELATION DAN CONVOLUTION DENGAN MENGGUNAKAN MATLAB..

-SENANGNYA BERBAGI-

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. Februari 29, 2012 pukul 11:49 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: