Beranda > Matakuliah > Morphological Operation dengan menggunakan MATLAB

Morphological Operation dengan menggunakan MATLAB

Sudah 1 bulan kurang lebih ga posting nih gara gara lagi UTS jadi agak sedikit ekstra buat belajarnya hehe..nah sekarang dh waktunya masuk kuliah lagi, kebetulan selagi kuliah saya dapetin materi tentang Morphological Operation dan Morphological Image Processing. nah maka dari itu kali ini saya ingin membahas sedikit tentang Morphological Operation dimana point-point yang akna kita bahas adalah

Definisi Morphing

Morphing merupakan suatu teknik dari pengolahan citra yang didasarkan pada pengolahan bentuk. Nilai dari tiap piksel citra yang diolah merupakan bentuk perbandingan antara piksel yang bersesuaian dari citra masukkan dengan nilai piksel tetangganya. Dengan memilih ukuran dan bentuk dari lingkungan, kita dapat membangun operasi analisis untuk mengolah citra yang dimasukkan agar lebih spesifik.

Pengertian Dilation dan Erotion

Pengertian Dilation dan Erotion Dilation dan Erosion adalah dua operasi pokok yang ada pada Morphological Operation. Dilation adalah suatu proses menambahkan piksel pada batasan dari objek dalam suatu image sehingga nantinya apabila dilakukan operasi ini maka image hasilnya lebih besar ukurannya dibandingkan dengan image aslinya. Erotion sendiri adalah kebalikan dari dilation. Proses ini akan membuat ukuran sebuah citra menjadi lebih kecil. Berbeda dengan dilation, apabila erosion dilakukan maka yang dikerjakan adalah memindahkan piksel pada batasan-batasan objek yang akan di erosion. Jumlah dari pikselyang ditambah atau dihilangkan bergantung pada ukuran dan bentuk dari structuring element yang digunakan untuk memproses image tersebut. Contoh dari structuring element ditunjukkan pada gambar berikut:

Pada morphological dilation dan erosion, kedudukan dari piksel pada image hasil (output) ditentukan dengan menerapkan sebuah aturan pada piksel yang bersangkutan dengan piksel tetangganya yang ada pada image yang di-input. Aturan yang digunakan untuk memproses image yang diinput tersebut, disebut dengan dialtion dan erosion operation. Berikut ini adalah aturan yang diterapkan pada operasi Dilation dan Erosion:

  • Dilation: Nilai dari piksel keluaran (output) adalah nilai maksimum dari semua piksel pada lingkungan piksel. Pada binary image, jika ada piksel yang bernilai 1, maka outputnya 1.
  • Erosion: Nilai dari piksel keluaran (output) adalah nilai minimum dari semua piksel pada input lingkungan piksel.

Gambar dibawah ini mengilustrasikan dilation pada binary image. Bagaimana structuring element mendefinisikan lingkungan dari piksel yang diinginkan, yang dilingkari

Berikut ini adalah contoh untuk mendilatasi sebuah binary image (Gambar berbentuk 3) yang berbentuk persegi panjang (Ditunjukkan pada Gambar 5). Untuk memperluas semua sisi pada image (ditunjukkan pada Gambar 3), gunakan square structuring elements 3×3 (Gambar 4). Gambar 6 adalah contoh erosion sebuah binary image, dimana image yang di erosion adalah image hasil dilation (Gambar 5). Erotion dilakukan dengan menggunakan STREL yang
sama dengan proses dilation diatas (STREL: Gambar 4).

KOMBINASI DILATION dan EROTION

Dilation dan Erotion sering digunakan secara bersama-sama untuk menerapkan operasi-operasi untuk memproses image contohnya, definisi dari Morphological opening dari sebuah image adalah erosi yang diikuti dengan proses dilation, dimana digunakan structuring element yang sama, untuk erotionnya maupun dilationnya. Kebalikan dari Morphological Opening adalah Morphotogical closing, yaitu. proses dilation dilakukan terlebih dahulu, kemudian erotion dilakukan.Morphological Opening dapat digunakan untuk menghilangkan benda-benda atau kepingan kecil yang ada pada sebuah image ketika memelihara bentuk dan ukuran dari benda benda atau kepingan yang lebih besar pada image tersebut. Ada 3 langkah, untuk melakukan morphological opening tersebut, yaitu :

Membuat structuring element.

  1. Meng-erotion image tersebut dengan structuring element pada langkah 1.
  2. Untuk mengembalikan image/benda-benda yang terkena proses erotion, dilakukan dilation dengan menggunakan structuring element yang sama.

Untuk Morphological Closing langkah ynag harus dilakukan adalah :

Membuat structuring element.

  1. Mendilation image tersebut dengan structuring element yang ada pada langkah 1.
  2. Meng-erotion image yang dihasilkan pada langkah dua.

Aplikasi Morphological pada Binary Image dengan Menggunakan MATLAB

Berikut ini adalah fungsi-fungsi yang ada pada Matlab yang dapat digunakan untuk pengolahan citra pala Binary lriage berdasarkan Morphological operation.
1. Untuk memasukkan image yang akan diproses kedalam Morphological Operation pada Matlab digunakan perintah:
>> imagname=inPut(‘n n Enter the name of the image file (filename.ext) :’,’s’)
:: Dimana variabel imagname adalah variable yang digunakan untuk menampung image yang diinput oleh user. Perintah input sendiri digunakan untuk peng-inputan file.
>> a = imread(imagname)
>> imshow(a)
:: a adalah variable yang dinginkan untuk image yang sudah dibaca oleh Matlab tersebut.
>> a = im2bw(a,0.5)
>> siz = size(a)
:: im2bw digunakan untuk merubah RGB atau grayscale image menjadi Binary lmage, sehingga image tersebut hanya memiliki warna hitam dan putin saja. Setelah
merubah image ini menjadi bentuk binary image maka akan dilakukan proses
morphological operation.
2. Morphological Operation yang digunakan pada program aplikasi dengan menggunakan Matlab menggunakan perintah bwmorph. Dengan menggunakan perintah tersebut selanjutnya kita dapat menggunakan perintah perintah yang telah disediakan oleh Matlab untuk memproses image dengan menggunakan Morphological Operation. Perintah yang digunakan untuk proses Morphological Operation adalah sebagai berikut:
>> ‘erode’
:: Digunakan untuk melakukan proses erotion pada binary image.
>> ‘dilate’
:: Digunakan untuk melakukan proses dilation pada binary image.
>> ‘open’
:: Digunakan untuk melakukan Morphological Opening (erotion kemudian dilation).
>> ‘close’
:: Digunakan untuk melakukan Morphological Closing (dilation kemudian erotion).
>> ‘tophat’
:: Top Hatt, mengurangi hasil Morphological Opening (erotion diikuti dilation) dari input image.
>> ‘bothat’
:: Bottom Hatt, menampilkan Morphological Closing (dilation diikuti erotion) dan mengurangi piksel dari image asli yang diinput.
>> ‘clean’
:: Menghilangkan piksel yang terisolasi.
>> ‘fiil’
:: Mengisi piksel yang berada didalam (0 diketitingi oleh 1).
>> ‘remove’
:: Menjadikan semua piksel menjadi 0 jika 4 piksel tetangga yang terhubung adalah 1, hanya meninggalkan piksel yang menjadi batas-batas.
>> ‘shrink’
:: Menyusutkan objek ke poin-poin. Perintah ini menghilangkan piksel sehingga objek tanpa celah atau lubang menyusut ke sebuah poin, objek dengan lubang ke sebuah cincin terhubung diantara setiap lubang dan batas luar.
>> ‘thicken’
:: Menebalkan objek dengan menambahkan piksel ke objek luar sehingga objek yang tadinya tidak terhubung menjadi terhubung (Bconnected).
>> ‘thin’
:: Menipiskan objek ke dalam bentuk garis.

UJICOBA
Pengujian dilakukan dengan memasukkan 3 buah image berekstensi jpg. Ketiga image tersebut berbeda penggunaan warnanya yang pertama adalah image dengan RGB, kemudian image dengan grayscale, kemudian image hitam putih.

1. RGB Image, mario.jpg

Nah itu pembahasan untuk kali ini, semoga dapat bermanfaat bagi temen-temen sekalian dan sampai jumpa dipertemuan posting berikutnya 🙂
-SENANGNYA BERBAGI-

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: